Guru dan Murid Masih Beraktivitas di Dalam Tenda Pascabencana

Rabu, 21 Januari 2026, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T03:44:30Z

Aktivitas Belajar Mengajar SDN Uning Mas Bener Meriah Masih Berlangsung Dalam Tenda (Foto : Humas Bener Meriah)


Redelong – Pascabencana banjir dan longsor akhir November lalu, ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bener Meriah Aceh, terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di dalam tenda pengungsian milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding, sehingga dinilai tidak aman untuk digunakan. Demi mengantisipasi risiko terjadinya korban, pihak sekolah memindahkan sementara aktivitas belajar ke tenda pengungsian.


Kampung Uning Mas menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. Hampir seluruh rumah warga di kampung tersebut rata dengan tanah, kecuali beberapa rumah kebun yang berada di dataran lebih tinggi di sisi kanan dan kiri pegunungan. Hingga kini, warga masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu pembangunan Hunian Sementara (Huntara) oleh pemerintah.


Meski berada dalam keterbatasan, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Uning Mas tetap berlangsung. Para siswa mengikuti pelajaran di bawah tenda pengungsian, bahkan di badan jalan saat kondisi cuaca memungkinkan. SD Negeri Uning Mas sendiri harus direlokasi sejauh sekitar enam kilometer dari lokasi sekolah sebelumnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Saidi M Nurdin, SPd MPd melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Bener Meriah, Edi Asmara, menyampaikan keterangan pada Rabu (21/1/2026).


Menurut Edi, jumlah peserta didik di SD Negeri Uning Mas saat ini sebanyak 14 siswa, dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak 9 orang guru serta 1 orang penjaga sekolah. “Di daerah kita hanya satu sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang dan tanah longsor, yaitu SD Negeri Uning Mas. Kondisi ini sudah kami laporkan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.


Ia menambahkan, meskipun proses belajar mengajar dilakukan dengan fasilitas seadanya di bawah tenda pengungsian, semangat para siswa dan guru tetap tinggi.


“Alhamdulillah, siswa tetap antusias mengikuti pelajaran, begitu juga dengan dewan guru,” pungkasnya. 


Red


Komentar

Tampilkan

Terkini