Jembatan Darurat Berawang Gajah Rampung, 4 Desa di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolir

Kamis, 22 Januari 2026, Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T06:45:03Z

Jembatan darurat Berawang Gajah di Aceh Tengah Rampung, 4 Desa Tak Lagi Terisolir (Foto : Humas Aceh Tengah)


Takengon – Setelah hampir 2 bulan terisolir, 4 kampung di wilayah Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya kembali memiliki akses penghubung. Jembatan darurat Berawang Gajah yang dibangun oleh TNI Yonzipur kini telah rampung dan resmi dapat dilalui, Rabu (21/01/2026).


Empat kampung yang sebelumnya terputus akses tersebut yakni Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk. Selama jembatan putus akibat bencana, masyarakat terpaksa melintasi sungai menggunakan tali sling untuk menyeberang, bahkan saat membawa hasil bumi dan kebutuhan sehari-hari.


Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga MSi, turun langsung meninjau jembatan darurat tersebut. Didampingi Brigjen Ismed, Camat Ketol, para reje kampung, serta prajurit Yonzipur, Bupati menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas selesainya pembangunan jembatan.


“Hari ini kami berada di Jembatan Berawang Gajah. Sebuah kebahagiaan bagi 4 desa, Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara, karena hari ini sudah bisa dilewati dengan jembatan darurat. Ini adalah karya TNI Yonzipur, hasil kerja sama dengan masyarakat dan BNPB. Semua berkolaborasi”, ujar Bupati.


Bupati menegaskan, rampungnya jembatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui TNI untuk masyarakat.


“Hari ini kami bahagia sekali. Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih. Ini bukti nyata bahwa TNI hadir untuk masyarakat, melayani masyarakat”, sambungnya.


Raut bahagia juga terlihat jelas dari masyarakat setempat. Seorang ibu yang ditemui di lokasi menyampaikan rasa syukur karena kampung mereka tidak lagi terisolir. “Bahagia sekali, Pak. Sekarang kami sudah bisa lewat, tidak terisolir lagi”, ujarnya haru.


Namun di tengah kebahagiaan tersebut, Bupati juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi TNI Yonzipur 16, yang mengalami kecelakaan beberapa hari sebelumnya. Almarhum dikenal sebagai sosok yang terlibat langsung dalam pembangunan jembatan Bailey dan jembatan darurat di sejumlah titik terdampak bencana.


“Di tengah kebahagiaan ini, kami juga berduka. Tiga hari lalu, saat peresmian Jembatan Pelang, Komandan Kompi Yonzipur, Kapten Muhammad Saugi, mengalami kecelakaan dan telah meninggalkan kita. Beliau adalah sosok luar biasa, bekerja keras menyiapkan jembatan di banyak tempat. Semoga arwah beliau diterima Allah SWT sebagai pahala pengabdian untuk masyarakat”, tutur Bupati dengan suara bergetar.


Pembangunan jembatan Berawang Gajah ini menjadi momentum kebangkitan akses ekonomi dan sosial masyarakat yang sempat terputus. 


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini