Pasi Jantang Pantai Diapit Gunung Kulu Di Kecamatan Lhong (video : Tarmizi)
Aceh Besar - Siapa sangka di balik rimbunan hutan, diapit Pegunungan Kulu, tersembunyi sebuah teluk dengan pesisir pantai nan indah.
Itulah Pasi Jantang Pantai indah yang dikelilingi Gunung Kulu, dengan rimbunan hutan hijau di sekelilingnya.
Terletak 40 kilometer di sisi barat Banda Aceh, Pasi Jantang menjadi tempat puluhan nelayan mencari rezeki. Terdapat tujuh pukat nelayan setiap hari menebar pukat darat disini.
Pemerintah Tak Hadir
Meski Pasi Jantang memiliki potensi perikanan yang besar, pemerintah tidak membangun fasilitas nelayan apapun di sini. Jangankan TPI, dermaga kecil saja tak ada, apalagi cold storage, sehingga hasil tanggapan nelayan tidak bisa diawetkan.
Lokasi yang jauh di balik gunung yang tinggi, ditambah perjalanan darat melintasi Gunung Paro dan Gunung Kulu yang berkelak kelok. Serta turunan dan tanjakan jalan yang bikin jantung seakan berhenti, membuat lokasi Pasi Jantang tidak terlalu populer
Pasi Jantang sejatinya adalah perjuangan nelayan Lhong untuk mencari nafkah, melabuh pukat darat untuk mendapatkan ikan-ikan kecil di teluk Jantang. Kehadiran pemerintah dari mulai pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Propinsi Aceh, apalagi Pemerintah Pusat, jelas tidak terlihat.
Lokasi yang jauh itu ternyata menyimpan pemandangan eksotik, yang terlalu indah untuk mampu dirangkai dalam setiap kata. Dari air lautnya yang hijau kebiruan, ombaknya saling menyusul menabur buih di pantai. Pasirnya yang putih, belum lagi desiran angin tertiup dari arah pohon cemara berjejer di pinggir pantai.
Sesekali terdengar suara hewan hutan yang datang dari pegunungan. Apakah itu suara monyet kecil yang berlari melompati pohon, ataukah hewan lain yang tersembunyi dalam rimbunan hutan Gunung Kulu.
Pasi Jantang bukan sebuah pantai biasa, sejatinya dia adalah sebuah teluk yang memiliki garis pantai sekitar dua kilometer. Di sisi barat dan timur diapit oleh Gunung Kulu. Apitan gunung itu memanjang hingga ke arah utara hingga dua kilometer ke mulut Samudera Hindia.
Disisi selatan ada kafe sederhana yang menyajikan kopi, teh dan mie goreng. Ada beberapa pondok kecil lainnya terpisah, di bagian depan juga menjual minuman.
Banyak kursi dengan atap di atasnya ditempatkan di pasir pantai oleh pemilik cafe. Ada beberapa balai kecil disediakan untuk pengunjung untuk menikmati pantai indah itu.
Jejak Histori
Dibalik semua itu Pasi Jantang mungkin menyimpan sejarah kuno, yang tak kalah menakjubkan. Di sisi timur agak dekat pantai ada dua buah gugusan tebing, setinggi 15 meter dengan panjang sekitar 25 meter. Boleh jadi di situ dahulunya pernah ditambatkan kapal.
Namun sejarah juga mencatat di Lhong dahulunya memang pernah ada Kerajaan Cina, dengan Laksamana Nian Nio dalam ekspansi ke Kerajaan Lamuri.
Laksamana wanita nan perkasa, tidak mempan berbagai senjata. Ditawan pasukan Meurah Johan yang dikirim oleh Sultan Pase untuk membebaskan Lamuri.
Nian Nio kemudian tewas setelah mengawini 100 orang suami, 99 orang suaminya tewas semua, kecuali Syech Abdullah Kan,an yang selamat sebagai suami ke 100.
Demikian pula Meurah Johan yang mendirikan Kerajaan Aceh, tewas dimalam pengantin dengan Laksamana Nian Nio
Tarmizi Alhagu