Menjaga Ketahanan Pangan dengan Ayam Kampung

Rabu, 28 November 2018, November 28, 2018 WIB Last Updated 2018-11-28T08:42:04Z

Banda Aceh-Salah satu pembicara Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Aceh Tahun 2018 di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada Senin (26/11), menghadirkan Bupati Aceh Barat Daya Akmal Ibrahim SH. Adapun judul yang dipaparkan yakni “Kebijakan dan Strategi Pemberdayaan Kelompok Usaha Produksi Ternak Unggas”.

Akmal dengan gaya bicara ceplas-ceplosnya menjelaskan alasan mengapa memilih ayam sebagai program yang sedang digulirkannya saat ini. “Dengan beternak ayam orang tidak akan miskin dan untuk menjaga ketahanan pangan, terutama pangan hewani, “ ucapnya.

Sebagai Bupati dirinya harus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan, oleh karena itu strategi yang dipilihnya melalui program pemberdayaan masyarakat dengan beternak ayam kampung unggulan Balitbang atau dikenal dengan ayam KUB di sejumlah kampung di Aceh Barat Daya.

“Jadi ayam bisa masuk kemana-mana, ayam kampung unggulan Balitbang 46 merupakan ayam kampung murni yang telah dimurnikan selama 6 tahun. Keunggulannya lebih tahan penyakit dan rasanya lebih enak, “ ujarnya.

Pihaknya menjalankan program ini tidak ada tujuan untuk mencari profit, targetnya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri, pihaknya juga berencana membangun pabrik pakan awal tahun depan.

 “Program ini melibatkan anak muda dengan memberikan mesin tetas, dan janda miskin yang punya anak yatim. Mereka diberi bibit ayam usia 14 hari, dibuat kandang dengan biaya 15 juta, diberi pakan dan dibantu pemasaran. Rata-rata mereka bisa mendapatkan penambahan penghasilan per bulan 2 juta rupiah, “demikian jelas Akmal. 

Soraya
Komentar

Tampilkan

Terkini