Benteng Jepang Di Ladong Terbengkalai Tak Terawat

Rabu, 30 Juni 2021, Juni 30, 2021 WIB Last Updated 2021-06-30T09:41:19Z

 

 





                                                      https://youtu.be/XSECsIEdcew


Ladong- Sebuah sisa keperkasaan tentara Jepang masih terlihat di tepi jalan krung raya,, tepat di lokasi wisata Ladong, sebuah bangunan  permanen berbentuk aneh setinggi  hampir sekitar dua meter berdiri kokoh diatas permukaan tanah.

 

Itulah benteng peninggalan Jepang yang terdampar disebuah kebun kelapa milik seorang warga Ladong , bentuknya yang aneh membuat kita yang melihat harus mengernyitkan kening, bangunan apa ini rupanya?.

 

Berbentuk dibagian depan menyerupai bujur sangkar dengan bagian sudut membentuk separuh lingkaran, benteng ini memiliki pintu masuk dibagian belakang yang berbentuk seperti lorong, makin kedalam semakin membesar dengan bentuk sebuah ruangan menyerupai kamar.

 

Disetiap sisi depan dan samping memiliki lubang berbentuk jendela seukuran setengah meter, dibagian depan ada dua lubang, dibagian samping kanan dan kiri masing-masing juga memiliki dua lubang, sebuah penutup dari besi baja masih terlihat separuh bagian yang melekat pada sisi dinding lubang.

 

Tinggi bangunan ini hampir mencapai dua meter dari tanah dibagian luar, namun dibagian dalam terlihat bagian tengahnya lebih dalam, tebal dindingnya diperkirakan mencapai satu meter, untuk masuk kedalam harus melalui sebuah pintu yang berbentuk seperti lorong, dibagian dinding dan atapnya juga tertutup dengan beton setebal lebih satu meter.

 

Menurut penuturan sejarawan , serdadu Jepang membuat banyak benteng diseluruh pesisir Aceh, diperuntukkan dalam menghadapi serangan bom atau roket dari tentara sekutu pada perang dunia ke dua.

 

Kebanyakan benteng-benteng itu kini telah menghilang, ada yang tenggelam kedalam laut karena abrasi, ada yang dibiarkan hancur begitu saja tanpa perawatan, seperti benteng di Ladong yang dindingnya ditumbuhi semak, dibagian dalam juga berserakan penuh sampah dan jorok.

 

Tidak terlihat adanya bekas-bekas penyelamatan dari intansi yang mengurus urusan purbakala dan sejarah terhadap benteng Jepang di Ladong, dibiarkan begitu saja tanpa ada yang peduli.

Tarmizi Alhagu

Komentar

Tampilkan

Terkini