Danau Indah Yang Dilupakan Pemerintah Kota Banda Aceh

Jumat, 19 Mei 2023, Mei 19, 2023 WIB Last Updated 2023-05-19T17:05:11Z

 

 

Danau Desa Lambhuk Banda Aceh

 

 

Banda Aceh - Sebuah Danau terhimpit diantara pemukiman Desa Lambhuk dan jalan di sisi tanggul Krueng Aceh. Berukuran sekitar lima hektar atau lebih, dengar air yang mengenangi hingga ke bibir danau.

 https://youtube.com/shorts/byYUJq4fTQU

Tebing Danau Longsor

Sebagian sisi pinggir danau sudah dipenuhi sampah. d Di bagian tepi lainnya sudah longsor, mendekati  aspal jalan desa setempat. Di sisi luar danau ini sudah tertutupi rumah-rumah  warga, namun masih jelas terlihat  melalui sebuah jalan beraspal, yang masuk ke sisi dalam Desa Lambhuk.

 

Danau tak bernama ini semula merupakan aliran sungai Krueng Aceh. Saat normalisasi Krueng Aceh terjadi pengalihan aliran sungai pada tahun 1989, sehingga terputuslah aliran sungai ini ke Krueng Aceh. Sejak itu perlahan air terus menggenangi   hingga terbentuk menjadi danau.

 

Kini danau tak bertuan ini dalam kondisi tak terurus. Sebagian sisinya telah ditempatkan keramba ikan oleh warga. Sampah dan berbagai bangkai hewan menutupi permukaan danau. Bau tak sedap menghinggapi ke jarak yang jauh.

 

Tidak terlihat jejak-jejak penataan danau yang dilakukan oleh pemerintah. Baik oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, maupun pemerintah Propinsi Aceh, danau dibiarkan begitu saja, menjadi tempat pembuangan sampah warga.

 

Danau yang sama juga berada disisi perumaham Budha Suci Desa Panteriek, sebagian danau telah ditimbun  untuk pembangunan rumah korban tsunami. Separuhnya lagi masih terbengkalai dipenuhi enceng gondok.

 

Wisata Danau.

Warga kota Banda Aceh hingga saat ini sama sekali tidak memiliki sebuah obyek wisata berbentuk danau. Pemerintah kota  abai memenuhi kebutuhan wisata dan hiburan warganya. Danau yang sudah terbentuk pun tidak mampu mereka kelola menjadi sebuah obyek wisata.

 

Sejatinya danau menjadi obyek wisata di berbagai daerah  dan berbagai negara. Tetapi mata pemerintah Kota Banda Aceh, tidak mampu melihat keindahan danau yang ada di Desa Lambhuk dan Desa Panteriek.

 

Danau yang indah menjadi tujuan wisata di seluruh dunia, seperti Danau Toba, Danau Aneuk Laot di Sabang , Danau Laut Tawar di Takengon.  Di berbagai negara danau menjadi obyek wisata, seperti danau di tengah kota Stavanger-Norwegia.

 

Di Stavanger sebuah danau yang berada di halaman gereja hanya memiliki luas keliling tiga kilo meter. Vuma butuh waktu satu jam lebih sedikit,  berjalan santai mengelilingi danau ini. Berbagai burung merpati dilepaskan di koridor jalan yang mengelilingi danau.

 

Bebek angsa beterbangan mengayuh dengan paruh di atas permukaan air. Berjejer itik ara di koridor jalan, ukurannya sudah sebesar bebek dewasa di tempat kita. Burung merpati beterbangan dari atap gereja ke dahan pohon, beberapa hinggap di sisi danau,  bocah-bocah kecil mendekat memberi makan.

 

Begitulah wisata danau di negeri orang. Tetapi pemerintah Kota Banda Aceh bagai tuna netra yang tidak mampu melihat keindahan.  Andai saja ada warga Kota Banda Aceh yang mampu, memindahkan kaca mata Pj Wali Kota Bakri Siddiq, agar dia bisa melihat tanpa pernghalang potensi yang ada di kotanya.

 

Tarmizi Alhagu

Komentar

Tampilkan

Terkini