Mualem Tinjau Dampak Banjir di Aceh Tenggara dan Gayo Lues

Senin, 22 Desember 2025, Desember 22, 2025 WIB Last Updated 2025-12-22T17:16:54Z


Gayo Lues - Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (20/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta mematangkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


Kunjungan diawali di Kabupaten Aceh Tenggara. Setibanya di Bandara Alas Leuser, Mualem disambut Wakil Bupati Aceh Tenggara Heri Al Hilal bersama jajaran Forkopimda. Dari bandara, rombongan langsung bergerak ke sejumlah titik terdampak banjir bandang.


Di Aceh Tenggara, Mualem meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam serta jembatan di Kecamatan Badar yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang. Infrastruktur tersebut menjadi akses vital warga dan aktivitas perekonomian setempat.


Selain meninjau infrastruktur, Mualem juga mendatangi Posko Pengungsian Desa Leuser, Kecamatan Ketambe. Di lokasi itu, ia memastikan kondisi pengungsi serta ketersediaan kebutuhan dasar, seperti logistik, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara.


Rombongan kemudian meninjau Pondok Pesantren Badrul Ulum di Desa Seldok, Kecamatan Ketambe, yang turut terdampak banjir bandang. Mualem berdialog dengan pengelola pesantren, warga, dan aparat setempat untuk mendengar langsung dampak bencana terhadap fasilitas pendidikan dan permukiman masyarakat.


Usai dari Aceh Tenggara, Mualem melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Gayo Lues. Setibanya di Bandara Blangkejeren, ia disambut Bupati Gayo Lues Suhaidi, Wakil Bupati Maliki, serta jajaran Forkopimda.


Di Gayo Lues, Mualem meninjau persawahan warga yang terdampak banjir bandang di Kampung Rerebe dan Kampung Badak, Kecamatan Debun Gelang. Banjir dilaporkan merusak lahan pertanian dan menghentikan aktivitas ekonomi warga setempat.


Mualem menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen mempercepat penanganan darurat, melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh, serta menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi secara terkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait.


“Insyaallah kita akan berjuang tanpa henti dengan segala daya dan upaya untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pertolongan,” kata Mualem.


Kunjungan lapangan ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Aceh.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini