Berdayakan Warga Lokal, Rumah Zakat Gelar Pelatihan Tukang Untuk Bangun Huntara Korban Banjir

Kamis, 01 Januari 2026, Januari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T08:43:07Z

 

Pelatihan pembangunan huntara dari konstruksi kayu untuk korban banjir di Aceh Utara (Foto : Rumah Zakat)


Aceh Utara - Rumah Zakat berkolaborasi dengan Tim Ahli Konstruksi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Tim Ahli Kebencanaan menggelar pelatihan vokasional bagi warga terdampak banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu (31/12) ini, bertujuan untuk membekali warga dengan keterampilan konstruksi kayu guna mempercepat pembangunan 100 unit Hunian Sementara (Huntara).


Program ini melibatkan 14 peserta terpilih, yang terdiri dari 10 penduduk asli Desa Geudumbak dan 4 peserta tambahan dari Kabupaten Bireun. Melalui pelatihan ini, para peserta dipersiapkan untuk menjadi tenaga terampil yang akan memimpin proses pembangunan hunian bagi keluarga penyintas banjir di wilayah Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireun sebagai salah satu lokasi  prioritas intervensi selanjutnya.


Tim Ahli Sipil dari Universitas Gadjah Mada, Ashar, menyatakan kekagumannya atas antusiasme dan kecepatan belajar para peserta dalam menyerap teknologi konstruksi yang diajarkan.


“Saya gembira masyarakat bisa menerima gagasan kami. Mereka memahami teknologi yang kami buat dengan sangat cepat, dan warga kini siap untuk membangun rumah (Huntara) lainnya. Bahkan warga mengatakan siap untuk membangun rumah walau hanya 3 orang saja,” ujar Ashar.


Efektivitas pelatihan ini langsung terlihat pada hari pertama pelaksanaan. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkan ilmu konstruksi tersebut di lapangan.


Daud, salah satu peserta program, mengungkapkan rasa optimisnya melihat kemajuan pembangunan yang dilakukan bersama rekan-rekannya.


“Lumayan memuaskan karena sudah mencapai 60 persen, progress pembangunan dalam 1 hari. Semoga besok bisa lebih cepat lagi,” ujar Daud.


Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Rumah Zakat berharap program Huntara tidak hanya memberikan tempat bernaung yang layak bagi para penyintas, tetapi juga memberikan aset keterampilan jangka panjang (vokasional) bagi warga lokal. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Rumah Zakat dalam upaya pemulihan pascabencana yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini