Kondisi jalan utama di Kampung Pondok Balik Aceh Tengah yang longsor (Foto : Humas Pemkab Aceh Tengah)
Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan MSP, melihat langsung pengerjaan jalan alternatif dalam rangka antisipasi putusnya jalan utama di Kampung Pondok Balik Kecamatan Ketol, pada Selasa (13/01)
Fenomena longsor ini telah berlangsung beberapa tahun belakangan yang cukup meresahkan masyarakat. Terakhir, posisi longsoran hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan.
Aliyono selaku Reje Kampung Pondok Balik mengatakan, bahwa longsoran terus bertambah dari waktu ke waktu ditambah dengan guyuran hujan, yang menyebabkan bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu semakin menambah luasan longsoran di tempat tersebut.
“Longsoran ini semakin lama semakin bertambah, jangankan hujan deras beberapa minggu yang lalu, diterpa angin saja longsoran bisa makin meluas karena struktur tanah di lokasi tersebut merupakan pasir,” jelasnya.
Longsor yang memiliki kedalaman kurang lebih 100 meter tersebut, mengkhawatirkan masyarakat karena terus mendekat ke jalan utama. Untuk itu, Aliyono berinisiatif melaporkan hal tersebut dan meminta pemerintah kabupaten untuk membersihkan jalan alternatif yang lebih aman.
Muchsin selepas meninjau lokasi kejadian langsung bergerak untuk melakukan monitoring pengerjaan pembersihan jalan alternatif. Jalan ini merupakan jalan lama yang jarang dilalui masyarakat sehingga membutuhkan pembersihan dan perbaikan.
Pada sela-sela monitoring Muchsin mengatakan, bahwa nantinya akan ada pengerasan untuk antisipasi jalan berlumpur pada saat hujan.
“Kita akan koordinasikan pengerasan jalan bersama Dinas PUPR untuk kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan pada saat hujan,” ujar Muchsin.
Aliyono juga mengatakan bahwa terdapat sungai yang dapat dijadikan sumber material pengerasan jalan di dekat lokasi sehingga memudahkan pengerjaan jalan tersebut. Dalam kesempatan tersebut Aliyono juga mengatakan bahwa masyarakat sekitar lokasi juga kooperatif demi kenyamanan bersama.
Nantinya, jalan yang memiliki panjang kurang lebih 1,5 Kilometer tersebut menjadi alternatif masyarakat untuk melaksanakan aktifitas seperti mendistribusikan hasil panen ketika jalan utama tidak dapat dilalui.
Jalan ini menjadi penting karena masyarakat sekitar Kampung Pondok Balik didominasi oleh para petani, sehingga ketika jalan utama terputus mereka masih dapat mendistribusikan hasil panen melalui jalan alternatif.
Red
