Aceh Besar - Pernahkah mendengar nama Syech Abdullah Kan'an, dialah guru dari Meurah Djohan, pendiri Kesultanan Aceh.
Syech Abdullah Kan'an memiliki 300 santri, untuk menyerbu ke wilayah Kerajaan Lamuri pada abad ke XIII Masehi. Sultan Malikussaleh menunjuk Putra Raja Linge bernama Meurah Djohan sebagai Panglima.
Pasukan dari Pase itu bertempur berhari-hari, untuk menaklukkan pasukan dari Laksamana Nian Nio, yang telah merebut Kerajaan Lamuri.
Laksamana Nian Nio berhasil ditawan, pasukannya terbunuh, namun Meurah Djohan yang sudah mengangkat dirinya menjadi Raja Aceh pertama, berubah pikiran, dia berniat menikahi Laksamana Nian Nio.
Dimalam pengantin terjadi mala petaka, Meurah Djohan tewas diranjang pengantin, tidak ada yang membunuhnya.
Nian Nio pun kawin lagi sampai memiliki 99 orang suami, semuanya tewas pada malam pertama di ranjang pengantin.
Sampai akhirnya Syech Abdullah Kan'an menikahi Nian Nio, berakhirlah tragedi suami yang tewas di ranjang pengantin.
Syech Abdullah Kan'an selamat, namun Nian Nio tewas diranjang pengantin, setelah Syech mengaji dan melafal doa sebelum naik keranjang.
Saat itulah semua racun berbisa yang ada dalam tubuh Nian Nio keluar. Asap hitam keluar dari tubuhnya sampai Laksamana wanita itu lemas hingga tewas.
Syech Abdullah Kan'an kemudian hidup dalam waktu yang lama, dia di makamkan di Desa Keuneu, Darul Imarah, Aceh Besar.
Tarmizi Alhagu