Petani Saree Sedang Mencuci Ketela di Saluran Air (Video : Tarmizi)
Aceh Besar - Dua orang petani terlihat sedang mencuci ketela di saluran air. Mereka lalu memasukkan ketela bersih ke dalam karung. Beberapa karung telah berjejer di tepi jalan untuk diangkut.
Petani ketela di Saree Aceh Besar kini sedang menghadapi musim panen. Di sawah mereka ketela yang sudah besar siap dipanen. Lalu dijual seharga 400 ribu Rupiah untuk setiap karung.
Dikejauhan tampak sekumpulan petani lain sedang mencabut batang ketela. Umbi buahnya kemudian diangkut ke saluran air. Di sana ada dua pemuda yang terus membersihkan ketela itu.
Berbeda dengan di lokasi lain yang sawahnya ditanami padi. Petani di Desa Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, menanami sawah dengan ketela, bengkuang dan jagung.
Hasil panen lalu mereka jual ke pedagang, yang berjualan di epanjang Jalan Saree dan depan Mesjid Saree.
Ketela hasil panen petani Saree oleh pedagang, diolah menjadi keripik. Kemudian dijual di warung mereka dalam bungkusan plastik.
Petani Sedang Mendorong Gerobak Berisi Bengkuang Kewarung Pedagang di Saree
Pedagang juga menampung hasil panen bengkuang. Petani menjual kepada mereka seharga lima ribu Rupiah per satu kilogram.
Saree sudah sejak lama menjadi basis holtikultura di Aceh Besar. Mereka memasok hasil panen kepada pedagang Saree.
Selain bengkuang dan ketela, Saree juga menghasilkan jagung, singkong dan berbagai hasil tani lainnya.
Sekolah Pertanian Dan Kader Peternakan
Pemerintah Aceh juga menjadikan Saree sebagai basis pertanian. Pemerintah telah lama membangun Sekolah Pertanian Saree atau kini SMK-PP Negeri Saree
Selama puluhan tahun alumni sekolah pertanian di Saree , telah menjadi penyuluh di setiap kecamatan di Aceh.
Dibidang peternakan pemerintah juga membangun UPTD ayam petelur di Saree. Produksinya disalurkan untuk mencukupi kebutuhan warga Aceh.
Saree juga menjadi basis budidaya sapi melalui Inseminasi buatan. Yakni sebuah pola mempercepat perkembangan sapi dikalangan masyarakat.
Dua Ekor Sapi Perah Dikandang UPTD Saree
Sebuah sekolah peternakan juga didirikan di Saree. Sekolah ini telah mencetak para kader peternakan dari seluruh wilayah Aceh, dengan praktek langsung di kandang sapi UPTD Saree.
Alumni Kader Peternakan kemudian menjadi mantri hewan di berbagai daerah Aceh. Sebagian diantara mereka juga mengabdikan ilmunya dengan melakukan budidaya sapi.
Tarmizi Alhagu