Aceh Besar - As Shuffah atau Ahlus Shuffah adalah para sahabat nabi yang tinggal di sudut Masjid Nabawi. Mereka hidup kekurangan, dan belajar langsung dari Rasulullah.
Jumlah As Shuffah berkisar antara 70 - 400 orang. Mereka umumnya berasal dari kaum Muhajirin, juga para musafir yang belajar Islam ke Madinah.
Abu Hurairah dan Salman Al Farisy adalah dua orang sahabat nabi, dari golongan As Shuffah. Mereka tidur, makan, dan belajar agama di Mesjid Nabawi.
Kehidupan As Shuffah kini telah dipinggirkan atau bahkan di usir dari mesjid-mesjid. Terkadang seorang musafir pun yang i'tikaf di mesjid langsung diusir.
Beberapa bulan lalu para musafir dari Pakistan, melakukan ibadah dan tidur di Mesjid Baiturrahim Ulee lheu, Banda Aceh. Terkadang mereka memberi ceramah agama seusai shalat berjamaah.
Di beberapa mesjid di wilayah perkotaan, kehidupan As Shuffah kini dilarang. Bila kedapatan tidur di dalam mesjid langsung dibangunkan.
Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh adalah mesjid pertama, yang melarang orang tidur. Juga saat i'tikaf sambil tidur di dalam mesjid dilarang.
Pola mengusir As Shuffah itu kemudian diikuti banyak mesjid lain. Seusai Shalat Isya mesjid langsung di gembok, terkadang pagarnya pun ikut digembok.
Itulah yang dialami seorang Pemimpin Redaksi Media Dakwah Harianmoslem. Net pada Jumat (23/20). Saya mengalami nasib serupa saat i'tikaf sembari berbaring di Mesjid Lampuuk Lhok Nga, Aceh Besar.
Saat sedang melakukan i'tikaf di dalam mesjid, pengurus mesjid langsung menggulung hambal. Alas tersebut merupakan tempat Jama'ah Jum'at shalat tadi.
Setelah bertanya apakah karpet tempatnya tidur juga akan digulung. Pengurus mesjid mengatakan, " iya".
Saya sebagai Pemimpin Redaksi Media Dakwah pun bangun. Membereskan bawaan lalu keluar dari Mesjid. Pergi dan meninggalkan niat ingin i'tikaf di Mesjid Lampuuk.
Red.