-->

Panen di Bawah Gunung yang Dikikis: Ketika Padi Menguning dan Bukit Kehilangan Marwah

Jumat, 23 Oktober 2026, Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T04:20:58Z

 

Gunung Penghalau Tsunami Dirusak (Video : Tarmizi)



Banda Aceh - Padi sudah menguning. Di tengah sawah yang luas, berkas-berkas padi yang baru dipotong tergeletak di atas lumpur. Petani berjongkok, sabit bergerak pelan. 


Orang-orangan sawah dari plastik putih berkibar-kibar ditiup angin. Di kejauhan, gubuk-gubuk kecil penjaga sawah berdiri sendiri, menghadap ke bukit yang hijau.


Itulah suasana panen pagi ini. Damai. Seperti Aceh yang kita kenal. Sebelah sana padinya sedang dipotong. Sawah yang sedang dipotong sama padinya.


Di ujung sawah kawasan Lhoknga, ada gunung yang sedang dikikis. Tubuhnya yang dulu hijau, kini menganga coklat kemerahan. Bekas kerukan alat berat membentuk luka besar di perut gunung. Di bawahnya, terlihat bangunan seperti kantor, dan truk-truk yang hilir mudik mengangkut galian C.


Di atas sana ada gunung yang sedang dikikis dengan alat berat. Sepertinya ada juga kantornya di situ. Jadi setiap saat kendaraan mengambil galian C dari gunung itu.


Bentuk gunung itu kini sudah berubah. Tidak lagi utuh seperti perisai alam yang melindungi kampung di bawahnya.


"Dan begini sudah bentuk gunungnya. Kita tidak tahu apa ini gunungnya ada izin atau tidak. Yang pasti gunung ini adalah penghalang saat terjadi tsunami, " ucap seorang warga.


Gunung ini, kata warga sekitar, adalah penghalang. Ketika tsunami 2004 datang menghantam pesisir Aceh Besar. Gunung-gunung kecil inilah yang menahan air, yang membelokkan gelombang, yang menyelamatkan sawah dan kampung di baliknya.


Di dalam Al-Qur'an, Allah menyebut gunung sebagai pasak bumi. Wal jibala autada. Gunung bukan sekadar tumpukan batu. Ia adalah penyeimbang. Ia menahan longsor, menahan angin, menyimpan air, dan menjadi benteng terakhir manusia saat bencana.


Hari ini, di saat padi sedang panen, di saat petani sedang bersyukur atas rezeki dari tanah. Di atas mereka gunung sedang dijual karung demi karung. 


Galian C diambil tanpa tahu izinnya ada atau tidak, AMDAL-nya ada atau tidak. Dan ke mana larinya retribusi untuk gampong.


Jika gunung sebagai penghalang tsunami itu habis dikikis, siapa yang akan menghalang tsunami berikutnya? Jika bukit sebagai penahan air itu hilang, sawah yang baru saja panen ini akan jadi apa saat hujan besar turun?


Panen tahun ini mungkin melimpah. Tapi panen tahun depan belum tentu, jika gunung di atasnya terus dikikis.


Tarmizi Alhagu 



Komentar

Tampilkan

Terkini