Ads (728x90)


Banda Aceh-Balai Bahasa Aceh bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan Lomba Mengajar Bagi Guru SD/Sederajat Sekota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar di Banda Aceh pada 30-31 Juli 2018.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari guru SD negeri, swasta, MIN dan sederajat, dari seluruh Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Adapun tim penilai dari FKIP Jurusan Bahasa Indonesia Unsyiah dan Balai Bahasa Aceh.



Ditemui media ini, Sekretaris Panitia Ibrahim Sembiring, Ss mengatakan tujuan diadakan acara untuk melihat kemampuan guru SD mengajar, sedangkan temanya bebas dipilih oleh guru untuk memilih pelajaran yang mereka sukai.

“Guru SD tidak ada mata pelajaran, semua dia mengajar. Jadi bebas memilih tema dan pelajaran yang mereka sukai. Untuk alat peraga dan media, guru dapat membawanya sendiri, “ jelasnya.

Sementara itu salah satu tim penilai, yakni Dosen FKIP Jurusan Bahasa Indonesia Unsyiah Dr. Rajab Bahri menguraikan unsur yang dinilai meliputi kemampuan Bahasa Indonesia yang digunakan guru, bagaimana menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan prosedur, dan bagaimana mengunakan media yang sesuai dengan murid SD.

“Secara kualitas peserta dalam lomba sudah bagus, tapi ini hanya sampel karena ini lomba, maka sekolah memilih guru yang bagus. Untuk penilaian secara ilmiah harus dilihat secara keseluruhan, “ papar Rajab.

Dia berharap guru-guru SD ke depan bisa lebih baik, karena sampai saat ini Indonesia masih tertinggal. Ditambahkannya, bahkan di tingkat ASEAN masih kalah dengan Vietnam, yang kini kualitasnya pendidikannya lebih tinggi dari Indonesia.

Soraya

Posting Komentar