Ads (728x90)






Langsa-Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Aceh melalukan audiensi bersama Pemko Langsa, untuk mengupayakan penurunan biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Dalam hal ini diwakili oleh Korwil Apersi Kota Langsa, tujuannya agar penjualan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa lebih murah.

Kegiatan audiensi terakhir, mengadakan pertemuan bersama Pemko Langsa yang dihadiri oleh Asisten Pembangunan Suyetno yang mewakili Walikota Langsa H. Usman Abdullah, SE. Dalam kesempatan tersebut, Apersi menyampaikan agar Pemko Langsa memberi keringanan kepada para pengembang, sehingga bisa menjual rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah khususnya di Kota Langsa dari suku bunga 5% menjadi 1 %.  Apersi memberi apresiasi luar biasa karena hanya Provinsi Aceh yang mengusulkan pada angka tersebut.

Ketua Apersi Aceh Afwal, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Langsa yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan rumah MBR, yang merupakan program nawacita Pemerintah Indonesia untuk pemenuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, demikian ungkapnya kepada media ini, melalui siaran pers pada Rabu (10/04) di Banda Aceh.

“Hanya Pemko Langsa yang benar-benar memperhatikan masyarakat dan pengembang, sebenarnya ketentuan untuk Pemerintah Daerah menurunkan biaya BPHTB ini telah diatur di PP No. 64 Tahun 2016. Malah ada daerah memungut biaya lebih besar dari ketentuan yang ada, “ jelas Afwal.

Sementara itu, Ketua Apersi Korwil Langsa Gatot Suseno mengatakan bahwa pengembang Apersi di Kota Langsa, Kuala Simpang dan Idi ada 35 perusahaan, dan produksi rumah per tahun mencapai 2000 unit. “Semua ini berkat dukungan Pemerintah Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur, “ imbuhnya.

Apersi Aceh sampai saat ini masih berkomitmen membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk di wilayah tengah Provinsi Aceh. Salah satunya di Kabupaten Bener Meriah yang akan dilaksanakan dengan dukungan dari pemerintah daerah.  Lebih lanjut, Apersi Aceh giat melakukan kunjungan ke beberapa kabupaten dalam rangka pembinaan, serta sirahturrahmi pengembang dengan stakeholder.

Juga, pihaknya dalam beberapa bulan ke depan akan membentuk 2 Korwil Apersi untuk memudahkan para pengembang di daerah, terkait dengan hal perizinan dan sosialisasi tentang perumahan MBR ini, atau lebih dikenal dengan rumah bersubsidi program pemerintah.

Soraya/Rilis



Posting Komentar