Ads (728x90)




Banda Aceh-Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mengadakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Hikayat Aceh : Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Untuk Seleksi Memory of The World (MOW) selama 2 hari pada 13-14 November 2019 di Hotel Grand Arabia Banda Aceh. Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari tenaga perpustakaan, dosen, pegiat seni, pemerhati sejarah, aktivis LSM dan wartawan dari Aceh.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Ovy Sofiana dalam sambutannya berharap untuk melestarikan warisan budaya berupa arsip kuno seperti penyusunan Hikayat Aceh dapat didata oleh Pemerintah Aceh, dan akan dibantu untuk pendaftaran naskahnya ke Perpustakaan Nasional.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan dan Kearsiapan Aceh Dr Ruslan Abdul Gani M Pd mengatakan  kegiatan Sosialisasi dan FGD Hikayat Aceh ini, merupakan salah satu publikasi dan diseminasi ke masyarakat umum, karena selama ini manuskrip Hikayat Aceh disimpan di Universitas Leiden Belanda dan Perpustakaan Nasional Jakarta.

“Dengan kegiatan ini dapat mengekpos tokoh lokal ke tingkat nasional dan internasional, membangkitkan keinginan akademisi, pustakawan dan media menjadi naskah. Saya berharap kepada peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan ikhlas, “ ujarnya.



Kegiatan tersebut menampilkan sejumlah narasumber diantaranya, Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masa Orde Baru) dengan judul “Riwayat Pengajuan Naskah “Hikajat Atjeh (HA)” oleh Perpusnas Untuk Diregister MoW Unesco”, Endang Sri Rusmiyati Rahayu MHum (Peneliti LIPI dan Sekretaris Komite Nasional MOW Indonesia) dengan judul “Memory of The World (MOW) : Syarat Pengusulan Nominasi Warisan Dokumenter Indonesia” dan Hermansyah MA Hum ( Dosen Filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry) dengan Judul “Sejarah dan Makna Hikayat Aceh”.

Dalam pemaparannya, Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro menjelaskan pada Juli 2017 diusulkan Kepala Perpusnas untuk mengajukan naskah “Hikajat Atjeh”, sebagai usulan Perpusnas untuk Memory of The World (MOW) tahun 2018. Alasannya karena naskah “Hikajat Atjeh” termasuk naskah yang tua,  jumlahnya terbatas, dan merupakan warisan sastra kuno.

Ditambahkannya, naskah yang ditulis di Aceh pada zaman yang sama “Bustan as-Salatin” memang sangat terkenal, ditulis oleh Nuruddin ar- Raniri yang datang ke Aceh pada 1936 dari Gujarat (India), dan mendapat perlindungan dari Sultan Iskandar  Thani, mempunyai pengaruh besar di Aceh.

Soraya

Posting Komentar