BMA Serahkan Rp 423 Juta Beasiswa Penuh Anak Muallaf di Acara Puncak KEJAR OJK

Rabu, 25 Agustus 2021, Agustus 25, 2021 WIB Last Updated 2021-09-01T23:26:29Z

 



Aceh Besar — Baitul Mal Aceh (BMA) kembali menyalurkan bantuan beasiswa penuh untuk anak muallaf di Pesantren Daruzzahidin, Aceh Besar. Total beasiswa mencapai Rp 423Juta, ditujukan bagi 47 santri muallaf tingkat SLTP dan SLTA. Penyaluran berlangsung secara simbolis, bertepatan dengan acara puncak KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh di Aula Daruzzahidin, pada Selasa (24/08).


Ketua Badan BMA, Prof Nazaruddin A Wahid mengatakan, beasiswa tersebut merupakan biaya pendidikan untuk semester 2, periode Juli-Desember 2021.


“Beasiswa penuh anak muallaf ini sifatnya berkelanjutan. Zakat di BMA akan membiayai sampai mereka lulus. Jumlah yang kita salurkan hari ini hanya untuk biaya semester 2 Tahun Ajaran 2021,” jelasnya.


Beasiswa tidak diserahkan secara langsung kepada santri, tetapi ditransfer ke rekening masing-masing.


“Artinya, jauh sebelum program KEJAR diluncurkan secara resmi Oktober 2020, BMA sudah ikut berperan aktif mendorong para pelajar penerima zakat, mulai tingkat SD hingga SLTA, untuk memiliki tabungan,” sebutnya.


Menurutnya, program KEJAR yang dimotori oleh OJK bersama Kemendikbud Ristek, Kemenag, dan industri perbankan adalah langkah baik yang harus diapresiasi. BMA sudah lama bermitra dengan pihak perbankan, khususnya Bank Aceh Syariah (BAS), untuk memberikan kemudahan bagi penerima zakat.


“Mustahik penerima beasiswa BMA tersebar di seluruh Aceh. Metode penyaluran berupa transfer ke rekening tentu sangat efektif dan efisien. Tapi, ada sedikit kendala biaya pembukaan rekening dari mustahik. Kalau bisa, mohon untuk keluarga mustahik ini diberikan perlakuan khusus agar bisa buka atau tutup rekening di seluruh cabang Bank Aceh Syariah tanpa biaya,” harapnya.


Sementara  itu, Direktur Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, yang turut hadir di acara tersebut merespon positif harapan Prof. Nazar. Khusus untuk pelajar, sebut Haizir, Bank Aceh menyediakan produk tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL).


“Syaratnya lebih mudah. Biaya buka atau tutup buku hanya seribu rupiah dan tanpa biaya administrasi bulanan,” jelas Haizir.


Kepala OJK Aceh, Yusri mengatakan, kegiatan puncak KREASI (KEJAR Prestasi Anak Indonesia) bertajuk “Satu Rekening Satu Pelajar, Wujudkan Impian Anak Indonesia” ini berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia.


“Kegiatan ini adalah implementasi dari program Aksi Indonesia Menabung. Sampai triwulan IV 2020, sebanyak 54,14% pelajar di Indonesia telah memiliki rekening. Khusus Aceh, tabungan SIMPEL di Bank Aceh Syariah per Juli 2021 mencapai 38 ribu rekening lebih,” sebut Yusri.


Acara puncak KREASI ini memiliki lima agenda utama: pergantian seluruh rekening santri dari Tabungan FIRDAUS ke Tabungan SIMPLE, Pembukaan rekening santri di Bank Aceh Syariah dengan biaya nol rupiah, penyerahan beasiswa secara simbolis, penandatanganan MoU antara BMA dan BAS tentang komitmen transaksi tidak lagi menggunakan uang tunai (cash), dan ditutup dengan sosialisasi literasi lembaga keuangan untuk santri.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini