Pemerintah Aceh Meluncurkan Brand Wisata Halal

Minggu, 08 Desember 2019, Desember 08, 2019 WIB Last Updated 2019-12-09T03:10:15Z


Banda Aceh-Penerapan Syariat Islam di Aceh menjadi kebanggaan dan landasan utama dalam pengembangan brand wisata halal di Aceh. Karena itu wisata halal menjadi andalan untuk menghadirkan daya tarik para wisatawan untuk datang ke Aceh, demikian kata Plt Gubermur Aceh Nova Iriansyah.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada Malam Penganugerahan Wisata Halal sekaligus Launching Logo Brand Wisata Halal Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh, Jumat malam (6/12).

“Syariat Islam menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh, karena itu syariat adalah branded wisata halal kita,” kata Nova.

Nova menegaskan, bahwa wisata halal adalah branded atau daya jual parawisata Aceh, namun demikian, kata Nova, bukan berarti dengan hadirnya wisata halal lantas wisata lainya akan tersisihkan, tapi wisata halal akan menjadi pelengkap wisata lainya yang ada di Aceh.

Ia menuturkan, sektor parawisata Aceh memilki potensi besar yang kini sedang dan akan terus dioptimalkan oleh pemerintah Aceh karena menurut Plt Gubernur, pembangunan sektor pariwisata dianggap sangat efektif mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Ia juga menyebutkan, Aceh mempunyai banyak sekali objek wisata yang sangat menarik dan unik. Saat ini, objek wisata di Aceh tercatat sebanyak 978 spot wisata, mulai dari wisata bahari, wisata alam, wisata budaya, wisata religius, wisata kuliner, dan cagar budaya. Kehadiran wisata halal menjadi segmentasi untuk pariwisata di Aceh, tentunya wisata halal juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang menyukai budaya wisata halal, lanjutnya.

Ditambahkannya, sebelumnya berkat wisata halal Aceh berhasil menyabet penghargaan bergengsi sebagai Destinasi Halal terbaik dunia pada Festival World Halal Travel Awards di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab tahun 2016.


Sementara di tingkat nasional, Aceh selama dua tahun berturut-turut berhasil meraih prestasi sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan Nasional berdasarkan Standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI).

“Berbagai prestasi itu tentu semakin mendorong semangat kita untuk terus melakukan promosi parawisata Aceh. Dengan mengusung tagline “The Light of Aceh” (Cahaya Aceh), daya tarik itu akan terus kita pasarkan ke dunia internasional, sehingga wisatawan yang datang ke daerah kita terus meningkat,” kata Nova.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Plt Gubenur Aceh bersama dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Kepala Bank Indonesia Cabang Aceh, serta pihak yang terkait lainya meluncurkan Logo (brand) Wisata Halal.

Ia meyampaikan, peluncuran logo tersebut sebagai simbol kampanye Wisata Halal Aceh. Logo tersebut nantinya akan dipamerkan di berbagai tempat sebagai teaser atau pemikat bagi wisatawan untuk berkunjung ke Aceh.

“Dengan majunya parawisata Aceh, tentunya akan menghadirkan multiplyer effect bagi sektor bisnis lainnya, termasuk di bidang investasi. Jalan tercepat untuk meraih kesejahteraan Aceh adalah dengan pariwisata,” kata Nova.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh Iskandar Syah Madjid, mengatakan Pariwisata merupakan seni ekonomi yang kuat yang mampu mencakup banyak sektor mulai dari Usaha Mikro Kecil Menengah hingga perhotelan, bahkan pariwsata juga mampu menghadirkan investor.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan kehadiran wisata halal menjadi ujung tombak dan strategi terbaik untuk mempromosikan pariwisata Aceh, sehingga mampu mejadi daya tarik untuk mengait wisatawan untuk datang ke Aceh.

Red

Komentar

Tampilkan

Terkini