Iklan

Diseminasi Hasil Penelitian Di Aceh Besar Dipaparkan

Senin, 26 April 2021, April 26, 2021 WIB Last Updated 2021-04-27T16:08:40Z





Kota Jantho – Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali yang diwakili Sekdakab Aceh Besar Drs Sulaimi MSi membuka kegiatan Diseminasi Hasil-hasil Penelitian Wilayah Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Kota Sabang di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (26/4/2021). 


Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Aceh yang diwakili Kabid Litbang Bappeda Aceh Dr Ir Ema Elimina MP, Asisten II Setdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Besar Agus Husni SP, Kepala Bappeda Aceh Besar Rahmawati SPd, pejabat terkait dari Pemko Banda Aceh dan Kota Sabang, para peneliti, LSM, dan unsur pers.


Dalam laporannya, Dr Ir Ema Elimina MP menjelaskan, acara yang merupakan kegiatan rutin tahunan Bappeda Aceh itu menghadirkan tiga orang peneliti, masing-masing Dr T Andika PhD yang menguraikan tentang “Budidaya Ikan Air Tawar dengan Memanfaatkan Sumber Air Panas Bumi Ie Seuum, Kabupaten Aceh Besar”.


Selanjutnya, Dr Phil Abdul Manan MSc MA yang tampil dengan judul penelitian “Model Pariwisata Islami di Aceh”, serta Dr Arfiansyah dengan judul “Kebijakan terhadap Situs Cagar Budaya di Kota Banda Aceh”.


Sementara itu, Sekdakab Aceh Besar Drs Sulaimi MSi ketika membuka kegiatan tersebut mengharapkan agar hasil penelitian itu akan mampu memberikan warna untuk perencanaan pembangunan di masa-masa mendatang.


Menurut Sulaimi, penelitian dan pengembangan memiliki fungsi penting dalam pembangunan, terutama dalam tahapan perencanaan dan evaluasi hasil pembangunan. 


Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah menekankan pentingnya pembangunan yang berbasis data dan fakta (evidence based). Demikian juga dengan kebijakan Pemerintah Aceh, yaitu pada misi kesembilan RPJMA (2017-2022) menekankan hal yang sama.

Hal tersebut, jelas Sekdakab Aceh Besar, menunjukkan peran Litbang hendaknya mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah, mendorong peningkatan daya saing dan terciptanya inovasi daerah, dan sebagai “think tank” yang kritis untuk menyikapi dinamika dan permasalahan yang berkembang di daerah melalui berbagai kebijakan publik.


Diharapkannya, diseminasi hasil penelitian tersebut akan mempercepat penyebarluasan dan pendayagunaan hasil-hasil penelitian kepada seluruh stakeholder terkait. Di samping itu, Bappeda dengan fungsi kelitbangannya juga diamanahkan untuk merancang inovasi-inovasi baru untuk kemajuan pembangunan daerah. 


Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait dalam skema Penta Helix, yaitu suatu kemitraan antara pemerintah dengan akedemisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan media massa.


Red.

Komentar

Tampilkan

Terkini