Iklan

BSI Regional Aceh Komit Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat Aceh

Senin, 18 April 2022, April 18, 2022 WIB Last Updated 2022-04-18T05:29:25Z


Banda Aceh - Beberapa waktu lalu, PT Bank Syariah Indonesia (PT BSI) mengumumkan capaian zakat perusahaan tahun 2021 senilai Rp122,5 miliar. Sesuai ketentuan yang berlaku, zakat tersebut telah disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta. Zakat tersebut berasal dari pendapatan BSI selama 2021. 


Regional CEO Aceh, Wisnu menyampaikan kepada media ini pada Jumat (15/04), bahwa hal tersebut merupakan keunikan Bank Syariah yang berbeda dengan Bank Konvensional. 


Wisnu menjelaskan di Bank Syariah terdapat tripple benefit, yaitu: kepada negara BSI membayar pajak, kepada pemegang saham BSI membayarkan deviden, dan kepada ummat BSI menunaikan zakat.


"Pasar BSI di Aceh, kita akan kelola secara baik, tentunya dengan tujuan memberikan pelayanan keuangan terbaik bagi masyarakat Aceh.


Diterangkan Wisnu, BSI merupakan hasil gabungan dari tiga bank syariah milik Himbara (merger dari BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri). 


Khusus di Aceh, ada situasi pemberlakuan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Karena memenuhi regulasi yang ada di Aceh, induk perusahaan BSI mengambil keputusan mentransformasi bisnisnya ke anak perusahaan yang bersifat syariah. Selanjutnya dilakukan merger, lanjutnya.


Sejauh ini, kata Wisnu, BSI Regional Aceh telah berusaha melakukan hal terbaik untuk berkontribusi bagi peningkatan ekonomi rakyat Aceh. Hal ini terbukti dari penghargaan "Serambi Award" yang diterima BSI Regional Aceh beberapa waktu lalu pada Kategori Bank Nasional Peduli UMKM.


"Walaupun kita sedang merger dan sedang melakukan penyatuan sistem, tapi Alhamdulillah, pada tahun 2021 lalu BSI Regional Aceh berhasil menyalurkan Pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 1,61 trilyun dari target Rp 1,4 trilyun. Untuk tahun 2022 ini targetnya menjadi Rp 2,4 trilyun, bertambah Rp 1 trilyun dari tahun sebelumnya. Produk KUR itu sangat dinanti oleh UMKM yang ada di Aceh," paparnya.


"Hingga triwulan pertama tahun ini (per Maret 2022), BSI Regional Aceh telah menyalurkan pembiayaan KUR sebesar Rp 695 milyar. Jadi masih on the track untuk kita kejar," tambahnya lagi.


Selain capaian di atas, tahun 2021 lalu BSI juga menyalurkan Bansos, program milik pemerintah. Hal ini, terang Wisnu, sangat membantu sebagian rakyat Aceh yang membutuhkan dan yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19.


Pada akhir obrolan, Wisnu juga menyampaikan soal syarat pengajuan dan limitasi pembiayaan yang diajukan masyarakat ke BSI

"Pesannya begini, pelaku usaha tidak perlu khawatir. Berapapun kebutuhannya selama tidak melampaui batas maksimum.  Pemberian pembiayaan dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, itu bisa diakomodir, dan itu berlaku secara umum di semua bank," demikian ujar Kepala Kantor BSI Regional Aceh, Wisnu Sunandar.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini