Ads (728x90)


Banda Aceh-Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada 1 Juli 2018. Didirikan sejak tahun 1970, Perum Jamkrindo dipercaya menjadi lokomotif pertumbuhan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) di Indonesia melalui usaha penjaminan. 

Sebagai satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) di bidang penjaminan, Perum Jamkrindo mendukung perkembangan perekonomian nasional dengan melakukan penjaminan kredit UMKMK. Perum Jamkrindo memiliki fungsi utama untuk menjembatani UMKMK yang mempunyai usaha layak, tetapi belum memenuhi persyaratan teknis perbankan, khususnya pemenuhan agunan sehingga UMKMK dapat memperoleh akses keuangan. 

Kini, di usianya yang semakin matang, Perum Jamkrindo juga bertekad untuk terus memperkuat peran strategisnya bagi perekonomian nasional. Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, Perum Jamkrindo ingin berkontribusi lebih sebagai tonggak pemberdayaan UMKMK yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. “Kami tidak ingin terkungkung hanya sebagai penjamin saja. Kami ingin menjadi ujung tombak permberdaya UMKM, “ ujar Randi dalam peringatan HUT ke-48 Jamkrindo di Jakarta, Senin, 2 Juni 2018. 

Dalam kiprahnya membantu pertumbuhan UMKM, Perum Jamkrindo terus memperbesar kapasitasnya dalam memberikan pelayanan penjaminan. Sepanjang 2008-2017 Perum Jamkrindo sudah menjamin 14,49 juta nasabah kredit usaha rakyat (KUR). Adapun dalam kurun waktu 2013-2017, volume penjaminan Perum Jamkrindo meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 31,58 persen per tahun. “Untuk tahun 2018, Jamkrindo menargetkan volume penjaminan mencapai Rp 156 triliun, “ ujar Randi. 

Sementara itu Kepala Jamkrindo Cabang Banda Aceh, Hendra Nasution yang dijumpai Media Moslem menjelaskan keberadaan Jamkrindo di Aceh sudah sejak 2014, selama 4 tahun terus mengalami pertumbuhan. Termasuk berperan sebagai penjaminan dalam program KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk membantu pembiayaan UMKM di Aceh, sebutnya.

Soraya
 

Posting Komentar