Wali Nanggroe dan Kalla Grup Bahas Peluang Investasi di Aceh

Jumat, 24 Juni 2022, Juni 24, 2022 WIB Last Updated 2022-06-24T03:53:47Z

 



Makassar – Wali Nangroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar melakukan pertemuan dengan Kalla Grup yang berlangsung di Wisma Kalla, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 22 Juni 2022.


Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M Nasir Syamaun, MPA dalam keterangannya mengatakan, kehadiran Wali Nanggroe ke Makassar dalam rangka memenuhi undangan dari Kalla Grup. Pada pertemuan itu, kedua pihak membicarakan kondisi kekinian perdamaian Aceh dan peluang investasi.


Pada pertemuan itu Wali Nanggroe antara lain didampingi Ketua DPRA Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yahya. Rombongan dari Aceh disambut langsung oleh President Director Kalla, Solihin Jusuf Kalla, dan Prof. Hamid Awaluddin, serta para CEO unit bisnis Kalla.


“Sejatinya hubungan kami dan Aceh sangat erat. Kami pernah berkontribusi membangun runway bandara Aceh saat pertama kali dibuka untuk jamaah haji. Dan juga melalui Jusuf Kalla dan Hamid Awaluddin, berkontribusi pada proses perdamaian Aceh,” kata Solihin.


Dia menyebut, hubungan kedekatan itu tak semata hanya bersifat historis, misalnya terkait keterlibatan dalam perdamaian Aceh, namun juga mencakup aspek kehidupan yang lebih emosional lainnya.


“Perkembangan Islam di wilayah Sulawesi Selatan dibawa oleh alim ulama dari wilayah Aceh, yaitu Datuk ri Tiro. Dalam sejarah Kerajaan Aceh, terdapat dua raja yang berasal dari bangsa Bugis. Belum lagi ketika kita membahas hubungan kedekatan secara perniagaan,” tambah Solihin.


Oleh karena itu, tutur Solihin Kalla, pertemuan Wali Nanggroe dan DPR Aceh diharapkan akan semakin mendekatkan Bugis-Makassar dengan Aceh, khususnya pada sektor niaga dan investasi.


Sementara itu, Wali Nangroe mengaku gembira dengan sambutan hangat Solihin Kalla dan pimpinan Kalla Grup. Ke depan, ia menyambut baik peluang kerja sama terkait potensi yang ada di Aceh dengan Kalla.


“Aceh memiliki potensi yang sangat besar dari sumber daya alam. Selat Malaka menjadi jalur tersibuk di dunia pada masanya. Perdagangan antara Eropa dan Timur Tengah serta Asia Selatan hingga ke Asia Timur pasti melalui Selat Malaka. Namun, kita tidak bisa memungkiri masa penjajahan Belanda sampai Gerakan Aceh Merdeka dan bencana tsunami telah membuat seluruh potensi tersebut terhambat dan perkembangan ekonomi Aceh memiliki banyak challenge,” kata Wali Nanggroe.


Senada dengan Wali Nangroe, Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri juga berharap pada pertemuan tersebut melahirkan kerja sama ke depannya. Ia menyampaikan terimakasih atas undangan dan sambutan hangat dari segenap pimpinan Kalla Grup.


“Terima kasih kami ucapkan kepada Solihin Jusuf Kalla dan Manajemen Kalla yang telah mengundang dan menerima kami dengan hangat. Ini pertama kalinya saya berkunjung di kota Makassar,” ujarnya.


“Cinderamata ini semoga makin mengeratkan persahabatan dan kedekatan yang telah terjalin antara Bugis dan Aceh,” pungkas Solihin Kalla.


Di ujung pertemuan, rombongan Aceh menerima cinderamata lukisan Kapal Pinisi yang menjadi simbol kejayaan Bugis-Makassar. “Cinderamata ini semoga makin mengeratkan persahabatan dan kedekatan yang telah terjalin antara Bugis dan Aceh,” pungkas Solihin.


Red

Komentar

Tampilkan

Terkini